watch sexy videos at nza-vids!
(Beranda)
Situsnya cerita dewasa hot untuk mobile.

Bookmark me!
Tags: hot, Ngentot, sex, tante

Pertemuan Di Stasiun Berujung Nge-sex

BCD
Jam 10 malam seperti kebiasanku yang suka jalan-jalan malam, aku masih keluyuran di sekitar Taman Topi Bogor. Aku jalan ke Pasar Kebon Kembang cari makanan lewat depan Stasiun Bogor yang sudah sepi. Kereta terakhir masuk pukul 21.35 tadi. Kulihat seorang wanita mondar-mandir di depan stasiun dan melongokkan kepalanya ke dalam. Kelihatannya dia mencari atau menunggu seseorang. Kuhampiri dia lalu kutanya. "Cari siapa, Teh?" "Anu, Eh...saya cari Ibu Eti yang jualan di dalam kompleks stasiun" "Stasiun sudah tutup. Kereta tadi sudah masuk jam setengah 10" "Aduh! Gimana ya? Tadi janjian dia nunggu sampai saya datang" "Teteh mau kemana sih?" "Mau pulang ke Cianjur. Tapi kalau kemalaman nginap dulu di tempat Eti. Sekarang ia gak ada, gimana ya?" Walau kasihan melihatnya namun pikiran nakalku mulai muncul. "Teh, jam segini mobil ke Cianjur sudah gak ada. Paling besok pagi-pagi baru ada...Begini saja, teteh nginep aja di penginepan, baru besok pagi berangkat ke Cianjur" "Saya gak bawa uang cukup untuk nginep di hotel" "Kalau teteh mau, kita nginep aja sama-sama. Nanti saya yang bayar...Saya juga lagi males pulang" "Duh...gimana ya, gak mau ah! Makasih" "Lho kenapa, teteh tidak akan saya apa-apakan" Terlihat dia berpikir kebingungan dan kembali aku merayunya. "Oke, mungkin teteh merasa takut karena kita masih asing tak saling kenal kan?" "Maaf bukan saya berburuk sangka" "Saya mengerti, tapi sudahlah...Teteh percaya aja sama saya" "Tapi nginep dimana? Dan beneran nih gak akan macem-macem" "Saya kan hanya mau menolong. Daripada teteh keluyuran diluar...malem- malem sepi terus dingin lagi..." "Iya sih..." Mangsa sudah di depan mata, sayang kalau harus dilepaskan. Akhirnya dia menyerah dan kuajak dia untuk makan mie dulu sekedar menambah energi kalau nanti diperlukan. Teteh ini tak terlalu banyak bicara dan masih terlihat kaku dan sedikit kebingungan. Setelah makan, kami berangkat ke sebuah Wisma di sekitar pasar Kebon Kembang. Wanita tadi mengenakan celana panjang kain dengan blus warna terang lengan panjang dan membawa tas pakaian kecil. Kami sudah berada di dalam kamar dan berbaring berdampingan. Dia masih kelihatan gelisah. Kucoba menghibur dan menenangkannya, "Sudahlah Teteh tenang saja" "Iya..." "Besok pagi saya antar ke Baranangsiang cari mobil ke Cianjur" Dia agak terhibur dengan kata-kataku. "Ngomong-ngomong Teteh ini tadi darimana sih?" "Dari Rangkas, tadinya mau langsung ke Cianjur tapi saya kemalaman". Setelah ngobrol kesana kemari akhirnya saya tahu tentang dirinya. Namanya Wiwik sudah menikah dan suaminya seorang PNS berasal dari Tim-tim. Aku semakin berani dan kugeserkan badanku merapat ke badannya. Aku berpikir kalau dia sudah mau diajak menginap dengan seorang yang baru dikenal, apapun alasannya pastilah dia mau untuk ditiduri. Lama-lama wiwik sudah terlihat santai dan mulai tersenyum dalam candaan dan obrolan akrab. Setelah yakin bahwa keadaan sudah terkendali, aku mencoba melingkarkan tangan memeluknya. Awalnya dia menepisnya dengan halus. Namun setelah beberapa menit kupeluk lagi, diapun diam saja. Dengan cepat kucium bibirnya yang tipis dan ternyata iapun membalasku bahkan ciumannya terlihat sangat bernafsu. "Mmmhh..." Lidah kami bergerak liar dan ciumanpun semakin panas. Refleks saja tanganku segera mendarat didadanya. Kuremas buah dadanya yang lumayan montok itu dari luar bajunya. Tak lama kemudian aku mulai mencoba membuka kancing blusnya tapi dia menahannya. "Katanya gak macem- macem?" "Hehe...abis kebawa suasana, Teh" Aku merasa malu namun nafsuku sudah kepalang dipuncak. Dan hal tak terduga terjadi ketika dia melontarkan ucapannya. "Ayo lanjutin, aku mau kita saling memuaskan malam ini...Sebenarnya sejak dari stasiun tadi waktu kamu mengajakku nginap, aku sudah tak keberatan kok..." "Beneran nih, Teh?" "Lakukanlah...suamiku sudah lama tak menyentuhku karena tugas belajar, aku sangat merindukan sentuhan laki- laki" Akhirnya ia membuka pakaiannya dan akupun membuka pakaianku sendiri. Kini tinggal pakaian dalam saja yang melekat di tubuh kami. Kupandangi sejenak wanita ini. Kulitnya cukup putih, perawakannya sedang dengan dada yang tidak terlalu besar tapi masih terlihat kencang. Aku mulai mendekatkan bibirku pada bibirnya. Kemudian tanpa ragu lagi kulumat bibir Wiwik dan ia mulai terbawa permainan bibirku dan segera membalas lumatanku dengan penuh gairah. Dia sangat mahir dalam berciuman. Lidah kami saling bergantian memilin dan menjelajahi mulut. Tanganku segera bergerak ke belakang dan membuka kancing bra- nya. Buah dadanya yang segera mencuat keluar. Putingnya kecil berwarna coklat muda namun keras. Tanganku meremas dan memilin putingnya kemudian gundukan daging payudaranya. "Ooohhh...aaahhh..." Segera kuterkam payudaranya dengan mulutku. Putingnya kuhisap pelan dan kugigit kecil. Ia melenguh dan mengerang. Kepalanya terangkat dan tangannya meremas-remas rambutnya sendiri sambil memejamkan mata. "Ouhh...aahh...ayo Anto...enaak...teruskan lagi" Napasnya terengah-engah menahan kenikmatan yang kuberikan. Tangannya mengusap dada menyusuri perut dan pinggangku kemudian menyusup di balik celana dalamku. Kejantananku yang masih didalam celana dalam sudah menegang keras. Tangannya mengelus dan mengocok kontolku sambil mulutnya ikut bermain di dadaku, menjilati dan mengecup putingku. Kepalanya semakin ke bawah dan menjilati perut dan pahaku. Ditariknya celana dalamku ke bawah. Kini aku sudah dalam keadaan telanjang. "Wow...gede banget...keras lagi..." Matanya menatap kontolku sambil menelan ludahnya. Dia lalu mendorong tubuhku hingga terlentang dan meremas kontolku. Dengan lembut kontolku dikocok tangannya sambil lidahnya menjilati dan menghisap buah zakarku. "Wik...aaahh geliii...ooohh. .." Tak henti disitu, mulutnya langsung mengulum batang kontolku dan kepalanya bergerak naik turun hingga kontolku terkocok mulutnya. Lidahnya pun ikut menggelitik didalam kulumannya, bahkan sesekali dia menghisapnya dengan kuat. "Gila...enaakk...terus aaahh...uugh..." Kontolku dimasukan lebih dalam lagi hingga ujungnya menyentuh kerongkongannya. Wiwik melepaskan kuluman kontolnya. "Huaakkk...aaarrghhh..." Matanya berair seperti mau muntah. Tak ingin kalah, akupun bangun dan segera saja tanganku menarik celana dalamnya dan dengan bantuan pahanya yang bergerak naik maka dengan mudah kulepaskan. Memeknya ditumbuhi bulu hitam yang dicukur rapih dengan klitoris mungil menonjol dan bibir memek yang masih kencang dan bagus. Terlihat sekali memeknya itu jarang dimasukin kontol, atau bisa jadi kontol yang memasuki memeknya berukuran kecil. "Anto...kamu suka sayang?" Aku mengangguk dan diapun membukakan paha hingga bibir memeknya terbuka lebar. Dengan jari tengah kubuka belahan memeknya itu dan kubuat gerakan menggaruk di atas klitorisnya. "Oouuhh...aaauhh...kamu nakal Anto..." Aku berbaring lagi dan kutarik badannya sampai menindih diatas tubuhku. Kujilat puting mungil payudaranya sehingga Wiwik mendesis. "Sssshh...uuugh h...rrghhk.." Kuangkat lagi pantatnya hingga memeknya tepat didepan wajahku. Wiwik rupanya sudah semakin bernafsu, dia lalu jongkok mengangkang diatas tubuhku. Memeknya diarahkan kemulutku lalu pantatnya bergoyang hingga memeknya menggesek-gesek mulut dan hidungku. Dengan sigap kujulurkan lidahku menyapu belahan memeknya itu hingga ke klitorisnya. "Aiiihh...uuuuuhhh....yes...it u enak Anto..." Pantatnya semakin turun hingga memeknya menekan wajahku. Kuhisap klitorisnya itu dengan kuat sampai dia kelonjotan. Hingga tak lama kemudian tubuhnya menggeliat mengejang dan dia mengerang keras. "Ooough...aargh ...aargh...aku keluar...ooough..." Dia mencapai orgasmenya dan mengeluarkan cairan yang membanjiri memeknya. Nafasnya memburu dan kemudian dia melemas ambruk diatas tubuhku sambil memelukku dengan erat. Semenit kemudian dia mulai tenang dan meraih kontolku lalu mengarahkan ke lubang memeknya. Wiwik merenggangkan kedua pahanya dan sedikit jongkok diatas tubuhku. Kepala kontolku sudah mulai menyusup di bibir memeknya yang basah. "Anto, masukin sekerang ya...aku tak tahan lagi" Dia menurunkan pantatnya menekan kuat, ujung kontolku meleset dari lubang memeknya. Diapun lalu memegang kontolku dan kembali menekan pinggulnya. Kepala kontolku akhirnya masuk ke lubang memeknya. "Aaaww...oooohhh..." Dia terus menekan kebawah hingga perlahan sedikit-sedikit batang kontolku ditelan memeknya yang begitu sempit dan hangat. Dia mengerang mendiamkannya sebentar. "Uuugh...gila kontolmu gede banget bikin sesak memekku...ooohhh..." Terasa sekali otot-otot memeknya mencengkram batang kontolku dengan kuat. Lalu tak lama dia mulai menggerakan pinggulnya naik turun. Kontolku terkocok lembut dengan sempurna menimbulkan gesekan geli dan nikmat. Kedua tangan Wiwik kebelakang memegang pahaku hingga dadanya membusung. Segera saja kuremas buah dadanya itu sambil memainkan putingnya. "Enak Anto...memekku penuh banget...uuugh..." Berkali-kali mentok lebih dalam dan ujung kontolku menyentuh mulut rahimnya. Ketika lendirnya sudah semakin membasahi memeknya, maka dia lebih mempercepat gerakannya sesekali bergoyang memutar hingga kontolku seperti diperas-peras. "Aaah...oooh...enak Wik...uuughh..." Ternyata binal juga cewek ini, dan setelah 10 menit dia kembali mengejang sambil menjerit. "Aku...keluaar. ..ooough...aaar gh...aaaarggh..." Memeknya berkedut kencang menyemburkan cairan nikmat yang membasahi kontolku. "Anto...kamu kuat banget...padahal aku udah 2x keluar..." Kugulingkan badannya dan kini dia dibawahku. Aku menciumnya dengan liar kemudian kukecup lehernya dan bibirnya, terus kebawah menggigit putingnya. Tak lama segera kubukakan kedua kakinya hingga mengangkang dan kuganjal pantatnya dengan bantal. Memeknya semakin terangkat membusung keatas kemudian kumasukan kontolku kelubang memeknya. "Ooooww...aaahhh..." Dia mendesah sambil menggeliat. Aku lalu menggerakan kontolku maju mundur dengan kocokan menghentak. Payudaranya yang bergoyang-goyang kuremas dengan lembut. Gerakan maju mundur pantatku lalu dipercepat sampai dia mengerang- erang keras. Bunyi kocokan kontol dan peraduan pahaku dengannya pun semakin keras. Sungguh nikmat sekali pergumulan ini, semakin liar dan binal. 15 menit diposisi ini lalu aku menarik tubuhnya sampai pantat di bibir ranjang dan kedua kakinya menjuntai ke lantai. Aku menggenjot memeknya lagi sambil berdiri. Itilnya kutekan dengan jariku sambil terus kukocok memeknya dengan kontolku. "Aaah...enak... oooh...ooohh... terus...aaaahh" Hujaman kontolku semakin dalam dan menghentak-hentak. Tak lama kuangkat badannya dan kugendong tubuhnya. Kemudian kupepetkan punggungnya pada dinding dan kontolku terus menggenjot maju mundur sambil berdiri. Lalu dia mengangkat kedua kakinya dan melingkar dipinggangku, tangannya melingkar dileherku. Kini dia kugenjot sambil kupangku dalam posisi berdiri dan kugenjet di dinding. "Anto...aaaww.. .ooough...ooough..." Wiwik ikut mengimbangi dengan menghentakan pantatnya naik turun dalam pangkuanku. Ternyata bersetubuh dengan posisi ini sangatlah melelahkan dan perlu fisik yang kuat. Aku kemudian membawanya kepinggir ranjang. Kubalikan badannya membelakangi dan kudorong sampai menungging. "Cepat masukin lagi kontolnya..." Kedua tangannya berpegangan ditepi ranjang. Dalam posisi berdiri di lantai aku memasukkan kontolku lagi dari belakang. "Ya...enak...aa ahh...uuughh..." Ia menggerakkan pantatnya berlawanan dengan gerakanku sehingga ketika pantatku bergerak maju ia menggerakkan pantatnya ke belakang sehingga tekanan pada kemaluan kami sangat terasa. "Aiiihhh...aaaa hh...aaaahhh..." Dia merintih dan kuraih buah dadanya, kuremas dengan lembut. Badannya terangkat kebelakang dan kucium punggungnya sampai dia merintih geli keenakan. "Ssshh...aaaiih h...aaah...kamu benar- benar pandai bermain cinta Anto...oouughh..." Bunyi paha beradu seperti tepukan-tepukan semakin menambah semangat kocokanku. Aku menggenjot lebih cepat menghentak dan kutarik rambutnya kasar dengan tangan kiriku, dan tangan kananku memeluk pinggangnya. Ia semakin berteriak merintih-rintih. "Plooop..." Suara kontolku yang terlepas dari jepitan memeknya. Kubalikan lagi badannya dan kini dia terlentang. Tiba saatnya untuk menuntaskan dan memuaskan gairahku. Kumasukkan kembali kontolku dengan perlahan. Wiwik memelukku erat dan kakinya membelit pahaku, matanya terbeliak dan kuku tangannya mencengkeram erat punggungku. Tak lama dia mengejang sambil menjerit panjang. "Aku...keluaar. ..ooough...ooug h...aaaaarrrghh..." Dia orgasme lagi 3x nya dan kukocok kontolku dengan cepat dan menghentak sampai seluruh batangnya masuk ke memeknya. "Anto...ngilu.. .enaak...aaaww...oough..." Ia semakin terbeliak dan bola matanya memutih setiap kontolku berkontraksi. Tangannya meremas seprei dengan kuat dan dia menggigit bibir bawahnya. Otot tubuhnya mengencang dan memeknya berdenyut kuat. "Aku keluaar lagiiii....ooou gh...ooough..." Gila dia orgasme lagi ke 4x nya dengan cepat dalam jarak dekat. Kukencangkan otot perut dan kutahan lalu kukocok memeknya sampai terasa seperti ada aliran deras yang akan keluar. "Wik...ooough.. .aaargh...aargh ...uuuughh..." Akhirnya beberapa kali aku menyemprotkan spermaku. Kami saling berteriak tertahan untuk menyalurkan puncak kenikmatan. Pantatnya naik dan tubuhnya gemetar, pelukan tangan dan jepitan kakinya semakin erat. Denyutan di dalam memeknya terasa kuat sekali meremas kontolku yang juga membalas dengan berdenyut-denyut. Akhirnya tubuh kami terkulai lemas dengan keringat bercucuran. Setelah keadaan menjadi tenang, sambil tetap berpelukan kutanya dia, "Wik, kamu puas sayang?" "Gila...belum pernah aku bercinta ampe senikmat ini...aku ampe beberapa kali orgasme" "Kamu binal juga rupanya..." "Sudah lama aku tak disentuh suamiku..." "Kamu hebat Wik..." "Kontol kamu juga perkasa, gede lagi...aku bisa ketagihan nih dientot kamu!" Aku tersenyum lalu kami saling berpelukan dan tertidur dengan pulas. Pagipun menjelang dan kami terbangun masih dalam keadaan telanjang bulat. Kamipun mandi bareng dan kami melakukannya lagi dikamar mandi hingga puas. Setelah beres mandi pagi barulah kuantar dia ke Baranangsiang sampai naik mobil. Kami berjanji minggu depan untuk bertemu di Terminal Baranangsiang dan bercinta lagi.
Kembali
Kosong

Post a comment



http://bacaceritadewasa.mobie.in/

Partner site
Baca cerita sex gay
Baca komik hentai

Baca Cerita Dewasa
© 2017 Bacaceritadewasa.mobie.in

DMCA.com Protection Status

ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free
My Ping in TotalPing.com